INVISIBLE LONELINESS PADA USIA 27: ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA DALAM CERPEN “27” KARYA DENITA SAL SABILA

INVISIBLE LONELINESS AT 27: A PSYCHOLOGICAL ANALYSIS OF LITERATURE IN THE SHORT STORY “27” BY DENITA SAL SABILA

https://doi.org/10.51574/aufklarung.v5i2.3155

Authors

  • Rahmi Mardatillah
  • Nur Hasbi Universitas Negeri Makassar

Keywords:

Invisible loneliness, Psikologi Sastra, Cerpen

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, penelitian ini menyelidiki fenomena kesepian yang tidak terlihat pada usia 27 tahun dalam cerpen Denita Sal Sabila berjudul "27." Bagaimana pengalaman tokoh menunjukkan kesepian tersembunyi dan bagaimana dinamika kepribadian memengaruhi kondisi tersebut adalah masalah utama dalam penelitian ini. Berdasarkan teori psikoanalisis, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai jenis kesepian yang tidak terlihat dan menganalisis konflik batin antara tokoh. Proses yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang melibatkan analisis isi terhadap data yang terdiri dari kutipan dari cerpen. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Freud (1923) tentang id, ego, dan superego. Penelitian ini menemukan bahwa kesepian yang tidak terlihat dalam cerpen ini muncul dalam berbagai bentuk, seperti kesepian sosial, kesepian emosional, reaksi psikosomatis, dan mekanisme pertahanan diri seperti penarikan diri. Selain itu, ada konflik antara id yang menginginkan kasih sayang, ego yang menerima kesendirian, dan superego yang menekan. Penelitian ini menemukan bahwa kesepian yang digambarkan dalam cerpen tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis dan multidimensional, dan bahwa konflik internal yang dialami oleh tokoh-tokoh di cerpen juga memengaruhinya. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra dapat membantu memahami psikologi manusia, terutama saat dewasa muda.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadi, A. (2015). Psikologi Sastra. Surabaya: Unesa University Press. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=72YJEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=psikologi+sastra&ots=cR5ujHA_SW&sig=QHglTCl11R9Ql_hWUdppTnmc4wo&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Arnett. (2015). Emerging Adulthood: The Winding Road from the Late Teens through the Twenties. New York: Oxford University Press.

Cacioppo, J. T. (2018). Loneliness: Human Nature and the Need for Social Connection. New York: W.W. Norton & Company.

Elfa, A. (2025). Kecemasan dan krisis identitas dewasa muda dalam cerpen Asa Kelabu: Kajian psikologi perkembangan Erik Erikson. Jurnal Ilmiah Buana Bastra: Bahasa, Susastra, dan Pengajarannya, 12(2), 227–240. https://doi.org/10.36456/bastra.vol12.no2.a10336

Freud, S. (1923). The Ego and the Id. London: Hogarth Press.

Ghifara, Z., Iryanti, T. R., & Salsabila, F. N. (2025). Konflik batin tokoh “Aku” dalam cerpen Rumah yang Terang karya Ahmad Tohari: Sebuah tinjauan psikologi sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa, 15(2), 128-135. https://doi.org/10.37630/jpb.v15i2.2901

Heri, E. (2019). Menggagas Sebuah Cerpen. Semarang: Alprin. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=1n3-DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=cerpen&ots=1kEVSkOGuh&sig=iSyNnUONqyo_wgV-xA2-APCvKMc&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Keyes, C. L. M. (2020). Mental Health and Flourishing. New York: Springer.

Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. California: Sage Publications.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis. California: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Noriska, Z. A., & Chalis, N. (2025). Kepribadian Tokoh Utama dalam Cerpen al-Dunya Riwayah Karya Tawfiiq al-Ḥakim: Perspektif Carl Gustav Jung. Al-Ma’rifah, 22(1), 89–102. https://doi.org/10.21009/almakrifah.22.01.07

Ratna, N. K. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rohman, S. (2019). Pembelajaran Cerpen. Jakarta Timur: PT Bumi Aksara. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=VM38DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA3&dq=cerpen&ots=snyW08kMh3&sig=-1TU54B2CPeRrOOCYBKasVdfIkE&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Sabila, D. S. 27. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/27-3 (Diakses 07 Maret 2026)

Setiaji, A. B. (2020). Kajian Psikologi Sastra dalam Cerpen “Perempuan Balian” Karya Sandi Firli. Lingue: Jurnal Bahasa, Budaya, Dan Sastra, 1(1), 21–35. https://doi.org/10.33477/lingue.v1i1.1176

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Turkle, S. (2017). Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. New York: Basic Books.

Wellek, R., & Warren, A. (2014). Theory of Literature. New York: Harcourt Brace.

Weiss, R. S. (1973). Loneliness: The Experience of Emotional and Social Isolation. Cambridge: MIT Press.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-05-26

How to Cite

Mardatillah, R. ., & Hasbi, N. (2026). INVISIBLE LONELINESS PADA USIA 27: ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA DALAM CERPEN “27” KARYA DENITA SAL SABILA: INVISIBLE LONELINESS AT 27: A PSYCHOLOGICAL ANALYSIS OF LITERATURE IN THE SHORT STORY “27” BY DENITA SAL SABILA. AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 5(4), 1–11. https://doi.org/10.51574/aufklarung.v5i2.3155

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.