Landasan Sosiokultural dan Multikultural dalam Konseling di Indonesia: Tantangan Dikolonisasi Pengetahuan dan Kearifan Lokal Sebagai Landasan Bimbingan dan Konseling
https://doi.org/10.51574/jrip.v6i1.4357
Keywords:
Sosiokultural, Multikultural, Dekolonisasi, Pengetahuan, Kearifan Lokal, Bimbingan dan KonselinAbstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji pentingnya landasan sosiokultural dan multikultural dalam praktik bimbingan dan konseling di Indonesia, dengan menyoroti tantangan dekolonisasi pengetahuan serta integrasi kearifan lokal sebagai dasar layanan konseling yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka dan studi lapangan eksploratif. Data diperoleh dari publikasi ilmiah yang relevan dengan konseling multikultural, landasan sosiokultural, dan dekolonisasi pengetahuan, serta analisis konteks budaya masyarakat Magetan, Indonesia. Data dianalisis secara interpretatif untuk mengidentifikasi tema dan implikasi terhadap praktik konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi paradigma konseling Barat yang bersifat individualistik sering kali kurang selaras dengan nilai kolektivitas dan keberagaman budaya di Indonesia. Nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, serta penghormatan terhadap tokoh adat dan keluarga berperan penting dalam meningkatkan relevansi, inklusivitas, dan penerimaan layanan konseling. Namun demikian, keterbatasan kompetensi multikultural konselor dan dukungan institusional masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini bersifat eksploratif dan terbatas pada satu konteks wilayah, sehingga generalisasi temuan masih terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan studi empiris dan komparatif di berbagai daerah dengan latar budaya yang berbeda. Temuan penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatan kurikulum pendidikan konselor yang mengintegrasikan kearifan lokal dan kompetensi multikultural, serta peningkatan kolaborasi antara konselor, tokoh adat, dan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi orisinal dengan menyoroti dekolonisasi pengetahuan dalam praktik bimbingan dan konseling di Indonesia serta menawarkan perspektif konseling berbasis kearifan lokal yang masih terbatas dibahas dalam kajian akademik.global.
Downloads
References
A’yun, S. Q., Habsy, B. A., & Khusumadewi, A. (2025). Literature Review Konseling Multibudaya: Teknik Konseling Individu yang Responsif Terhadap Keberagaman Budaya. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(1), 88–98.
Abadi. (2024). Pendekatan Multikultural dalam Layanan Bimbingan Konseling Guna Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(2), 867–879.
Adela, N., & Ardi, Z. (2025). Dinamika Etika dan Kompetensi Konselor dalam Layanan Bimbingan dan Konseling: Tinjauan Studi Literatur. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1), 122–127.
Aisyah, S., Wahyuningsih, D. R., & Khusumadewi, A. (2025). Pendekatan Holistik dan Multikultural dalam Layanan Bimbingan dan Konseling: Studi pada Model Konseling Pancawaskita. TEACHER: Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru, 5(2), 76–83.
Astuti, B. (2020). Community counseling: an opportunity and challenge (Indonesian and American perspective). Journal of Professionals in Guidance and Counseling, 1(2), 85–94.
Fatchurahman, M., Setiawan, M. A., & Karyanti, K. (2021). The Development of Group Healing Storytelling Model in Multicultural Counselling Services in Indonesian Schools: Examination of Disciplinary Cases Disciplinary Cases Сторителлинга В Мультикультурных Консультационных Службах В Школах Индонезии : Образование и Наука, 23(4), 157–180.
Fatimah. (2025). Pendekatan Bimbingan dan Konseling Berbasis Kearifan Lokal Pesantren. Jurnal Nusantara of Research, 12(1), 47–60.
Hati, G. A. P., & Wicaksono, D. F. (2025). Menumbuhkan Kesadaran Kultural Melalui Layanan BK yang Berbasis Kearifan Lokal. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), 4, 311–318.
Kahirunnisa. (2025). Analisis Kebijakan Penanaman Pohon bagi Calon Pengantin di Berbagai Daerah di Indonesia: Tinjauan Pustaka Sistematis. Journal of Multidisciplinary, 1(1), 1–8.
Kurniawan, R., Syukur, Y., & Ahmad, R. (2023). Characteristick of Counselors in Cross-Cultural Counseling in The Society 5.0 Era. Educational Guidance and Counseling Development Jounal, 6(2), 100–108.
Lestari, W. (2025). Socio-Cultural Dynamics Challenges in Mental Health Issues and Human Rights in Indonesia. Proceeding International Conference on Religion, Science and Education, 4(1), 1149–1154.
Lue. (2019). Multicultural Social Peaceful Education through Social Guidance and Counseling Services in Development of Industrial. International Seminar on Guidance and Counseling, 462(1), 241–245.
Marianty, D., Hidayati, A., & Widodo, P. B. (2025). Peran Guru dan Upaya Sekolah dalam Menangani Kesehatan Mental Siswa di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis. Fathana, 3(1), 49–63.
Mosleh. (2024). Model Kipas: Pendekatan Konseling Berbasis Budaya yang Holistik dan Terstruktur. Jurnal Fokus, 2(4), 306–312. https://doi.org/10.22460/fokus.v8i4.
Mulyani. (2024). The Role of Cross-Cultural Counseling to Increase Tolerance in Islamic Boarding Schools (Pesantren). Journal IJAGC, 5(1), 21–30.
Nawantara, R. D. (2025). Integrasi Filosofi Ki Hadjar Dewantara dalam Praktik Bimbingan dan Konseling di Indonesia: Tinjauan Pustaka Sistematis. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 1(1), 785–794.
Noperlis, A. D., Suhadi, M., & Mohamed, B. (2024). Implementation of Multicultural Education Through Guidance and Counseling Services in Forming Student Character. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 7(1), 10–15.
Nurwati. (2021). Gambaran Kejadian Kasus Kegawatdaruratan Maternal di Wilayah Puskesmas Kartoharjo Kabupaten Magetan. Gema Bidan Indonesia, 3(5), 15–22.
Oetafia, B. F., Kurniasari, D. P., Rini, N. A., & Amanah, N. (2024). Implementation of Multicultural Approach in Counseling: Harmonizing The Needs of Counselees with Cultural Diversity. In International Conference on Guidance and Counseling, 2(1), 511–520.
Rintia. (2025). Kajian Systematic Literature Review Sociological Thinking. Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, 9(1), 60–82.
Rofiq. (2020). Multicultural Counseling Based on the Book of Lontar Yusuf in Indonesia. Humanities&Social Sciences Reviews, 8(1), 197–201.
Rukmana. (2024). Multicultural Counseling: Exploring Local Wisdom in Counseling Approaches. International Conference on Guidance and Counseling, 2(1), 468–476.
Syahputra, M. R. A., Efendi, M. Y., & Habsy, B. A. (2024). Perspektif Multibudaya dalam Bimbingan dan Konseling. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, 2(2), 292–303.
Valencya. (2025). Kearifan Lokal Hasthalaku sebagai Pendekatan Konseling Multibudaya untuk Meningkatkan Harmoni Sosial. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 747–757.
Wulandari, N. dkk. (2024). Implikasi Keragaman Budaya dalam Praktik Bimbingan dan Konseling Studi Kasus Mahasiswa Semester 4 Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Medan. INNOVATIVE:Journal of Social Science Research, 4(3), 4550–4563.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Devi Prima Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





