Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Adversity Quotient pada Materi Matriks Kelas XI SMA
https://doi.org/10.51574/jrip.v6i2.5513
Keywords:
Perangkat Pembelajaran , Matematika, Adversity Quotient, Matriks, Pemecahan MasalahAbstract
Pembelajaran matematika di sekolah menengah kerap menghadapi kendala serius berupa rendahnya ketahanan afektif siswa dan kemampuan pemecahan masalah yang belum optimal, terutama pada materi kompleks seperti matriks, sehingga sebagian besar siswa mudah menyerah ketika menemui hambatan prosedural. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk perangkat pembelajaran berupa Modul Ajar, Bahan Ajar, dan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Adversity Quotient pada materi matriks kelas XI SMA yang memnuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini adalah Research and Development dengan menggunakan model ADDIE. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik cluster random sampling yang melibatkan dua kelas di SMA Muhammadiyah Limbung, yakni kelas XI.2 sebanyak 6 siswa untuk uji coba terbatas dan kelas XI.1 sebanyak 24 siswa untuk uji coba lapangan luas. Validitas produk dilakukan oleh dua orang validator ahli terhadap aspek kelayakan isi, bahasa dan penyajian. Teknik Pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa serta tes kemampuan pemecahan masalah matematis berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) skor validitas perangkat pembelajaran dengan rata-rata V = 3,8 (kategori Sangat Valid); (2) skor kepraktisan berdasarkan angket respon guru sebesar 100% dan angket respon siswa dengan rata-rata 78,41% (kategori Praktis); (3) skor keefektifan perangkat pembelajaran yaitu peningkatan rata-rat hasil belajar dari 10,71 pada pre-test menjadi 23,08 pada post-test dengan nilai N-gain 0,63 (kategori Sedang atau Efektif) serta ketuntasan klasikal mencapai 83,33%. Dengan demikian, perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
Downloads
References
Ashcraft, M. H., & Krause, J. A. (2007). Working memory, math performance, and math anxiety. Psychonomic Bulletin & Review, 14(2), 243–248. https://doi.org/10.3758/BF03194060
Boekaerts, M. (2010). The pen and paper approach to self-regulated learning. Educational Psychologist, 45(2), 85–100. https://doi.org/10.1080/00461521003706488
Farhan, M., Utama, A. H., & Mastur, M. (2024). Development of interactive learning media: Integration of short video learning to improve learning outcomes. Journal of Learning Research and Innovation, 4(2), 907-917. https://doi.org/10.51574/jrip.v4i2.1841
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Hulaikah, M., Nyoto, N., & Mulyono, H. (2020). Adversity quotient and mathematical problem-solving ability. Journal of Physics: Conference Series, 1567(3), 032064. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1567/3/032064
Irfiani, N., et al. (2024). Kemampuan berpikir analitis dalam pembelajaran matematika modern. Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika, 10(1), 45–56. https://doi.org/10.21831/jipm.v10i1.66782
Irfiani, N., Junaedi, I., & Waluya, B. (2023). Analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matriks kelas XI SMA. Jurnal Pendidikan Matematika, 17(2), 112–120. https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i2.2144
Martin, A. J., & Marsh, H. W. (2006). Academic resilience and its psychological and educational correlates. Psychology in the Schools, 43(3), 267–281. https://doi.org/10.1002/pits.20149
Nasution, K. A. A., & Siregar, M. A. P. (2025). Pengaruh adversity quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Media Pendidikan Matematika, 13(1), 15–28.
National Council of Teachers of Mathematics (NCTM). (2020). Catalyzing change in high school mathematics: Initiating critical conversations. NCTM.
OECD. (2023). PISA 2022 results: Learning during and after COVID-19. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Polya, G. (1973). How to solve it: A new aspect of mathematical method (2nd ed.). Princeton University Press.
Pratiwi, D., & Nurcahyono, N. (2021). Adversity quotient dan kemampuan matematika. Jurnal Edukasi Matematika, 5(2), 50–65. https://doi.org/10.31949/jmt.v5i2.1582
Rahmawati, Y., & Hidayat, A. (2022). Peran adversity quotient dalam ketekunan belajar siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(1), 40–55. https://doi.org/10.21831/jpips.v14i1.45023
Sani, R. A. (2021). Pembelajaran berbasis HOTS. Tira Smart.
Sari, R., & Widodo, A. (2021). Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal non-rutin. Jurnal Pendidikan Matematika, 15(2), 60–75. https://doi.org/10.31004/cendekia.v5i2.541
Schoenfeld, A. H. (2016). Learning to think mathematically: Problem solving, metacognition, and sense-making in mathematics. Journal of Education, 196(2), 1–38. https://doi.org/10.1177/0022487116669577
Stoltz, P. G. (2000). Adversity quotient: Turning obstacles into opportunities. John Wiley & Sons.
Suryapranata, S., & Wahyuni, S. (2021). Keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 11(2), 89–102. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i4.664
Syamsuddin, S., et al. (2022). Tantangan kemampuan pemecahan masalah matematika. Jurnal Pendidikan, 10(2), 99–115. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2312
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15326985ep3702_2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Ismayanti, Rezki Ramdani, Ernawati Ernawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




